Subscribe:

musik


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Ads 468x60px

Sample text

assalamu'alaikum Ahlan Wa Sahlan

Featured Posts

Kamis, 12 Mei 2016

Sejarah UKMF RISEF IAIN RADEN INTANLAMPUNG

A. PROFIL UKMF RISEF 1. SEJARAH UKMF RISEF UKMF-RISEF (Raden Intan Shari’ah Economic Forum )adalah organisasi Kemahasiswaan yang bergerak dalambidang kajian ekonomi islam dalam tatanan fakultas syari’ah.Pertama kali risef di motori oleh para mahasiswa jurusan ekonomi islam dan muamalah yang peduli terhadap perkembangan ekonomi syari’ah terutama mahasiswa ekonomi islam angkatan tahun 2006-2007, terbilang jurusan yang masih seumur jagung namun tidak menjadi penghalang dalam perjuangan untuk membumikan ekonomi syari’ah di lingkungan kampus hingga ke tatanan masyarakat luas.terutama di lampung,hanya berawal dari diskusi-diskusi kecil yang dii selenggarakan secara rutin oleh mahasiswa, hingga tepatnya tgl 3-7 mei 2008 di undang untuk mengikuti agenda yang di selenggarakan oleh FOSSEI SUMBAGSEL di Asrama Haji Islamic center Bandar Lampung dalam acara seminar dan MUREG,Fossei(Forum Silaturahmi Study ekonomi Islam) inilah yang memfasilitasi hingga terbentuknya UKMF-RISEF di jajaran di fakultas syari’ah IAIN Lampung.khususnya untuk di wilayah Lampung hanya terdapat 2 organisasi yang terdaftar di FOSSEI NASIONAL yaitu Risef (IAIN Lampung)dan foseeil di UNILA, RISEF mempunyai jargon objektif komunikatif dan edukatif ini yang menadakan anggota/kader UKMF RISEF harus objektif yaitu mengetahui keadaan sebenarnya bahwa ekonomi islam di Indonesia yang penduduk mayoritas islam namun belum menerapkan ekonomi islam yang sudah pasti sebgai solusi krisis ekonomi di Indonesia,komunikatif kader harus bias menjalin komunikasi yang baik terhadap mahasiswa maupun masyarakat edukatif pembelajar adalah identitas mahasiswa sebgai kaum intelektual yang tidak lepas dari menjadi kaum pendidik. UKMF Risef berada di bawah naungan FoSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) adalah wadah silaturahim tingkat nasional yang mengakomodir mahasiswa pencinta ekonomi Islam yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di masing-masing kampus di seluruh Indonesia.Menjadi pelopor dan asosiasi mahasiswa di bidang ekonomi Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia, sudah banyak yang dilakukan FoSSEI dalam membumikan ajaran Islam di bidang ekonomi, baik dalam tataran akademis maupun praktis.Di usianya yang ke-15 tahun ini, FoSSEI kini menghimpun 14 Regional di Indonesia yang mencakup 157 KSEI yang tersebar dari ujung timur hingga barat Indonesia. Dan kepengurusan sekarang risef yang di nahkodai oleh seorang ikhwan di 2015-2016 yaitu AHMAD SAIFUDIN sebagai ketua umum UKMF RISEF,mempunyai visi yang sangat besar yaitu membumikan ekonomi islam,karena system ekonomi islam adalah solusi bagi setiap permasalhan ekonomi yang sedang menyelimuti dunia ekonomi,ini di buktikan di Negara-Negara eropa yang sudah banyak menggunakan system ekonomi syariah baik dlam perbankan atau ekonomi pembangunanya. B. VISI UKMF RISEF UKM-F RISEF menjadi organisasi mahasiswa dalam ilmu pengetahuan ekonomi islam yang unggul, objektif, kominikatif dan edukatif ditatanan masyarakat khususnya di Lampung dan umumnya di Indonesia. C. MISI UKMF RISEF 1. Memberdayakan dan mengembangkan system ekonomi islam dalam tataran keilmuan dan aplikasi 2. Menumbuh kembangkan konsep ekonomi islam, khususnya dilingkungan IAIN Raden Intan Lampung 3. Menjalin ukhuwah antara kelompok-kelompok study ekonomi islam dan sejenisnya 4. Membangun budaya islamiyah, ilmiah dan professional dalam bidang ekonomi 5. Memberikan kontribusi dalam penerapan ekonomi islam di masyarakat. 2. STRUKTUR PENGURUS UKMF RISEF Pelindung : Dr.Moh Bahrudin.,M.A.(Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam ) Dewan Penasehat : Supaijo, SH., MH. (Wakil Dekan III) Dewan Pembimbing : Nurlaili M.A dan Ridwansyah S.E., M.Sy Dewan Pembina : Rizky fitriyansah,Muhammad nurdin Ketua Umum : Ahmad saifudin (FEBI/EI/2013) Wakil Ketua Umum : Muhammad abid sidik (FEBI/EI/2013) Sekertaris : Aisyah amini (FEBI/EI/2014) Bendahara : Ria gusnia anggun (FEBI/EI/2013) Divisi kaderisasi Divisi Kesektariatan Kordinator : Fitri andika Koordinator : Yeti okta rosiana Sekertaris : Beatrik dwi okta Sekretaris : Yuli widiyastuti Anggota : Deswandi Anggota : Najib Setiawan Zalpian rabsya Ilham Arif Ihsani Anggun tri wahyuni Ristra Pramudita Aprilia saraswati Zainur Rosidah Diah maratusholehah Leny Metric Riana puji lestari Meina Nirmala Sari Siti hayati Fitriana Uswatun hasanah Etri Mayasari Metisa dhika labara Umi rohmah Divisi Fundrising (Pendanaan) Divisi HRD Koordinator : Rodlotul Jannah Koordinator : Erfan nureza Sekretaris : Rabiatul husna Sekretaris : Dewi Aqliyah Anggota : Ardi Khairul Asnan anggota : Ahmad Hit Paratama Joko pinarto Rian Ramadhan Abdullah beame Ihsan Agustian Ridho diana M. Khavid zakni Tri rusanti Ahsan lodeng Citra aryaningtyas M.irdiansyah Rustiana Ela roxi latvia Ade safitri Noviana solehatun Haris safitri Nur azizah alawiyah Rita novika sari Vita listia ningrum Divisi Public Relation Divisi Kemuslimahan Koordinator : Febrina Koordinator : Siti Nurma Rosmitha Sekretaris : M.yusuf bachtiar Sekretaris : Ismawati Anggota : Mukhlis fikrian Anggota : Intan suri mahardika Arif nur hidayat Ike febriyani Ahmad shodiqin Anita wulandari Rifki aprilianto Ending safitri M.agus hermawan Nur khaidah Surono Nurna malya Susi susanti Julia sri ningsih Shinta bella Hani oktariana Rofiq rohmawati mela purnama sari 3.Capaian UKMF RISEF Pada tanggal 13-16 juli 2008 RISEF di undang dalam acara MUNAS FOSSEI VIII di Universitas Brawijaya,MALANG,mengirim 5 delegasi (3 ikhwan dan 2akhwat )untuk menghadirinya .dengan mengucapkan Alhamdulillah Risef telah berhasil Meraih THE BEST AWARD COMER KSEI 2008 dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia. sehingga ini dapat memantapkan perjuanggan teman-tteman untuk tetap istiqomah dalam perjuangan ekonomi syari’ah sehingga pada tanggal 28 oktober 2008 risef telah mampu mengadakan seminar Ekonomi Islam + Launcing untuk di fakultas syari’ah yang untuk pertama kalinya. Perjalanan dakwah ini tidak hanya berhenti di satu titik saja.sehingga pada tanggal 8-11 november risef di undang lagi untuk menghadiri National Confrence And National Seminar yang di adakan oleh FSI FE-UI,DEPOK.dari sini pengetahuan teman-teman bertambah matang dan luas bahwasanya ekonomi syariah merupakan solusi buat ekonomi dunia aplagi di Indonesia sudah terbukti dengan adanya perbankan syariah yang tidak terimbas krisis global.sehingga banyak perbankan yang membuka / konversi dari konveksional ke syariah , Jika seseorang yang menyelam dalam lautan tinta orang tersebut tak akan puas dengan goresan tinta yang mereka ukir dalm sejarahnya ,sehingga bertepatan pada tanggal 6-9 maret risef mendapat pangilan untuk dapat menghadiri dalam agenda Akbar yaitu TEMILNAS ( Temu Ilmiah Nasional )FOSSEI IX yang di selenggarakan oleh FOSSEI NASIONAL di Universitas Udayana denpasar,BALI. Risef hanya mengirim 3 utusan (Ikwan semua) Untuk Menghadirinya ,dan cukup membanggakan bahwasanya RISEF dapat bersaing dengan universitas Lainya. Dan 2015 UKMF RISEF mendaptkan juara 2 olipiade ekonomi se sumbagsel dalam ajang Rakereg Fossie Sumbagsel,Dan sempat menuruti urutan no 1 dari peserta sumbagsel yang mengikuti agenda Temilnas Di Universitas Muhamaddiyah Yogyakarta.
4. PROGRAM PROGRAM UKMF RISEF Banyak program kerja yang di lakukan oleh UKMF RISEF,namun di sini kami hanya melampirkan program-program besar/tahunan yang bersifat mendukung kemajuan UKMF RISEF seperti: a. SEE  SEMINAR NASIONAL  LKTI & OLIMPIADE EKONOMI  MILAD UKMF RISEF  BAZZAR  RISEF PEDULI UMAT b. KAJIAN EKONOMI SYARIAH c. KAJIAN FIQH NISA d. SGD(SMALL GROUP DISCUSSION) lingkaran kecil yang di kelompokan dari beberapa kader untuk mengkaji sub bahasan ke ekonomian islam atau umum. Program – program adalah salah satu penunjang bagi mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis islam untuk bersama sama memajukan ekonomi islam agar tercapai cita-cita kami yaitu membumikan ekonomi islam di dunia khususnya di lampung

Sabtu, 07 Maret 2015

secercah curhatan hati

Bingung dan bingung antara membunuh rasa atau komitmen,padahal ini adalah profesi yang kujalani seiringnya masuk di dunia yang orang enggan memasukinya karena dengan segala konsukuensinya. sering kali aku merasakan sesuatu yang beda dengan lawan jenis namun aku tak kuasa mengungkapnya bukan aku tak berani dengan segala kelemahanku,namun ini hanyalah komitmen yang sejak dulu di emban. itu dan itu jujur saya bingung dengan ini, apa yang harus ku kulakukan,sering di dalam hati ini berlawanan menghasilkan ke gundahan hati yang amat mendalam,padahal sudah tau apa yang harus di perbuat karena baik untuk masa depan tapi bicara dengan perasaan aku sungguh tak kuasa,aku bukan lah manusia yang sempurna, walaupun,namun masalah hati aku tak mampu mendiskripsikanya, Kembali lagi bicara tentang perasaan hanya dua kesimpulan mengecewakan atau di kecewakan, alih2 ingin rasanya tidak pernah mengecewakan dan menjaga hati namun apa yang terjadi,terkadang apa yang kita perbuat tidak sepaham dengan seseorang yang sudah membuat nya menaruh hati ( curhatan hati seseorang yang sedang galau) entah bahasa apa yang pas untuk di ungkapkan,jujur aku tak kuasa ketika harus bagaimana meluapkan perasaan yang memang sekarang ini sedang antah berantah, Setia dan setia seperti kata pujangga cinta yang di novel maupun lirik lagu,namun aku bukan seorang pujangga cinta yang seperti itu,aku tetap memiliki kelemahan yang mungkin engkau belum tahu,dan aku juga tak sesempurna seperti apa perkiraanmu,wajar seseorang pasti ingin mencari sesosok orang yang sempurna namun jika itu harapanmu pasti bukan saya lah orangnya,

Kamis, 04 Desember 2014

KEBIJAKAN MONETER

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemerintah memegang peranan penting dalam pencapaian kesejahteraan masyarakat pada suatu negara. Pada periode 1960-1965, perekonomian Indonesia menghadapi masalah yang berat sebagai akibat dari kebijakan pemerintah yang lebih mengutamakan kepentingan politik. Doktrin ekonomi terpimpin telah menguras hampir seluruh potensi ekonomi Indonesia akibat membiayai proyek-proyek politik pemerintah. Sehingga tidak mengherankan jika pada periode ini pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sangat rendah, laju inflasi sangat tinggi hingga mencapai 635% pada 1966, dan investasi merosot tajam. Dalam menjalankan kebijakan moneter, Bank Indonesia (BI) dibebani Multiple Objectives, yaitu selain menjaga stabilitas mata uang rupiah juga sebagai bank sirkulasi yang memberi pinjaman uang muka kepada pemerintah serta menyediakan kredit likuiditas dan kredit langsung kepada lembaga-lembaga negara dan pengusaha. Kebijakan moneter merupakan instrumen yang sangat diandalkan dalam mengatasi permasalahan ekonomi yang ada pada suatu negara. Dengan demikian, kebijakan moneter sangatlah penting dalam pembangunan dan pengembangan suatu negara. B. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan paper ini adalah untuk memenuhi tugas pengantar ekonomi makro dan menambah pengetahuan tentang kebijakan moneter. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kebijakan Moneter Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah menyangkut perilaku bank sentral dalam penawaran uang dan pengaturan uang yang beredar pada suatu negara. Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga serta pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) juga tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. B. Jenis-Jenis Kebijakan Moneter 1. Kebijakan Moneter Ekspansif (Monetary Expansive Policy) Kebijakan moneter ekspansif adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat). Kebijakan ini diterapkan pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan moneter ekspansif ini disebut juga sebagai kebijakan moneter longgar (easy monetary policy). Penerapan kebijakan ini seperti : a. Politik diskonto (penurunan tingkat suku bunga) b. Politik pasar terbuka (pembelian surat-surat berharga, misalnya saham dan obligasi). c. Politik cash ratio (penurunan cadangan kas) d. Politik kredit selektif (pemberian kredit longgar) 2. Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary Kontractive Policy) Kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan yang dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Kebijakan moneter kontraktif disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy). Kebijakan ini dapat diterapkan berupa : a. Politik diskonto (peningkatan suku bunga) b. Politik pasar terbuka (penjualan surat berharga) c. Politik cash ratio (peningkatan cadangan kas) d. Politik kredit selektif (pengetatan pemberian kredit) C. Instrumen Kebijakan Moneter Terdapat 4 instrumen pokok kebijakan moneter : 1. Politik Pasar Terbuka Politik pasar terbuka merupakan kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral dalam rangka menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga pemerintah (government securities). Surat-surat berharga pemerintah diantaranya adalah SBI (Sertifikat Bank Indonesia), SBPU (Surat Berharga Pasar Uang), saham, dan obligasi. Jika pemerintah ingin mengurangi jumlah uang yang beredar maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Dengan menjual SBI, uang dari masyarakat akan tertarik masuk ke bank sehingga diharapkan jumlah uang beredar berkurang. SBI hanya dijual oleh bank sentral. Namun, jika pemerintah ingin menambah jumlah uang beredar maka pemerintah akan membeli surat berharga. Dengan membeli SBI, pemerintah akan mengeluarkan uang kepada masyarakat dalam pembeliannya sehingga terjadilah penambahan jumlah uang yang beredar di masyarakat. 2. Politik Diskonto (Discount Rate) Politik diskonto adalah kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral dalam pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat suku bunga. Tingkat bunga pada tiap-tiap bank umum akan dipengaruhi oleh tingkat bunga bank sentral. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Jika pemerintah akan menambah jumlah uang yang beredar maka pemerintah menurunkan tingkat suku bunga bank sentral. Dengan begitu, minat masyarakat untuk menabung di bank pun berkurang. Sehingga, jumlah uang yang beredar bertambah. Selain itu, juga mengakibatkan suku bunga kredit turun dan mengakibatkan masyarakat banyak tertarik untuk mengajukan pinjaman ke bank. Serta sebaliknya, jika pemerintah akan mengurangi jumlah uang yang beredar maka pemerintah akan menaikkan tingkat bunga. Sehingga, hasrat masyarakat untuk menabung di bank pun tinggi yang mengakibatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat berkurang. Selain itu, kenaikan suku bunga tabungan akan meningkatkan suku bunga kredit. Dengan naiknya suku bunga kredit, masyarakat akan enggan untuk mengajukan kredit. 3. Politik Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah kebijakan bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikan atau menurunkan cadangan minimum yang harus dipenuhi oleh bank umum dalam mengedarkan atau memberikan kredit kepada masyarakat. Ketika pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar maka pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Jika bank sentral menurunkan cadangan kas, berarti bank sentral ingin menambah jumlah uang yang beredar. Dalam hal ini bank-bank umum diberi kesempatan untuk dapat mengedarkan uang lebih banyak. Sebaliknya, ketika pemerintah ingin mengurangi jumlah uang yang beredar maka pemerintah menaikkan rasio cadangan wajib. Hal ini terjadi karena dengan naiknya cadangan kas berarti bank umum harus lebih banyak menahan uang tunai untuk tidak diedarkan. 4. Kebijakan Kredit Selektif Kebijakan kredit selektif adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam pemberian atau tidaknya suatu kredit. Kredit selektif ini dilakukan dengan cara menentukan syarat-syarat kredit yang dikenal dengan 5C. Pada saat pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar maka pemerintah akan melonggarkan pemberian kredit. Namun, jika pemerintah ingin mengurangi jumlah uang yang beredar maka pemerintah akan mengetatkan pemberian kredit. Selain instrumen di atas, ada beberapa instrumen lain yang dipergunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan kebijakan moneter, diantaranya : 1. Imbauan Moral (Moral Persuasion) Imbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan cara memberi imbauan kepada para pelaku ekonomi. Contohnya, menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar. 2. Politik Saneering Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral dengan cara pengguntingan (pemotongan) uang disebut dengan politik saneering. Politik saneering diterapkan ketika terjadi hiperinflasi. Instrumen ini pernah dilakukan BI pada tanggal 13 Desember 1965. Pada saat itu, dilakukan pemotongan uang dari Rp.1.000 menjadi Rp.1. Hal ini dilakukan untuk menyehatkan kembali nilai uang yang sudah jatuh. 3. Devaluasi Devaluasi adalah kebijakan bank sentral untuk menurunkan nilai rupiah terhadap mata uang asing. 4. Revaluasi Revaluasi adalah kebijakan bank sentral untuk menaikkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. D. Tujuan Kebijakan moneter 1. Menjaga kestabilan ekonomi, artinya pertumbuhan arus barang dan jasa seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia. 2. Menjaga kestabilan harga, artinya harga suatu barang merupakan hasil interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang tersedia di pasar 3. Mengedarkan mata uang sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dalam perekonomian. 4. Mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan likuiditas perekonomian dan stabilitas tingkat harga. 5. Distribusi likuiditas yang optimal dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan pada berbagai sektor ekonomi. 6. Membantu pemerintah melaksanakan kewajibannya yang tidak dapat terealisasi melalui sumber penerimaan yang normal. 7. Meningkatkan kesempatan kerja. Pada saat perekonomian stabil, pengusaha akan mengadakan investasi untuk menambah jumlah barang dan jasa sehingga adanya investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga memperluas kesempatan kerja masyarakat. 8. Memperbaiki neraca perdagangan kerja masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri atau sebaliknya. E. Jalur Pembuatan Keputusan Kebijakan Moneter Dalam menentukan suatu kebijakan moneter tentunya akan dimulai dari Gubernur Bank Indoensia. Ia akan meminta pertimbangan kepada Dewan Moneter yang beranggotakan Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri. Kemudian, akan terjafi perundingan tentang kebijakan apa yang akan diambil dalam mengatasi masalah yang di hadapi. F. Peran Bank Indonesia dalam Kebijakan Moneter Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya, Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu. Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah. G. Sejarah Kebijakan Moneter di Indonesia Kebijakan moneter yang diterapkan pada tanggal 13 Desember 1965 adalah politik saneering. Mulai tahun 1960, kebutuhan anggaran pemerintah untuk proyek-proyek politik semakin meningkat akibat isu konfrontasi yang terus dilakukan dengan Belanda dan Malaysia. Hal ini juga disebabkan oleh besarnya pengeluran pemerintah untuk membiayai proyek-proyek mercusuar, seperti Games of the New Emerging Forces (Ganefo) dan Conference of the Emerging Forces (Conefo). Dalam rangka mempersiapkan kesatuan moneter di seluruh wilayah Indonesia, pada tanggal 13 Desember 1965, pemerintah menerbitkan sebuah alat pembayaran yang sah yang berlaku bagi seluruh wilayah Indonesia melalui Penetapan Presiden (Penpres) No. 27/1965. Ketentuan tersebut mencakup nilai perbandingan antara uang rupiah baru dengan uang rupiah lama dan uang rupiah khusus untuk Irian Barat -Rp 1 (baru) = Rp 1.000 (lama) dan Rp 1 (baru) = IB Rp 1-, serta pencabutan uang kertas Bank Negara Indonesia, uang kertas, dan uang logam pemerintah yang telah beredar sebelum diberlakukannya Penpres tersebut. Sejak saat itu sampai bulan Agustus 1966, uang rupiah baru dan uang rupiah lama beredar bersama-sama. Untuk menghilangkan dualisme tersebut, semua instansi swasta diwajibkan untuk menggunakan nilai uang rupiah baru dalam perhitungan harga barang dan jasa serta keperluan administrasi keuangan. Meskipun uang rupiah baru bernilai 1.000 kali uang rupiah lama, tidak berarti bahwa harga-harga menjadi seperseribu harga lamanya. Kebijakan ini justru meningkatkan beban pemerintah, jumlah uang beredar, dan inflasi. H. Indikator Stabilisasi ekonomi Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan : 1. Kesempatan Kerja Semakin besar gairah untuk berusaha maka akan mengakibatkan peningkatan produksi. Peningkatan produksi ini akan diikuti dengan kebutuhan tenaga kerja. Berarti akan terjadinya peningkatan kesempatan kerja dan kesehjateraan karyawan. 2. Kestabilan Harga Apabila kestablian harga tercapai maka akan menimbulkan kepercayaan di masyarakat. Masyarakat percaya bahwa barang yang mereka beli sekarang akan sama dengan harga di masa depan. 3. Neraca Pembayaran Internasional Neraca pembayaran internasional yang seimbang menunjukkan stabilisasi ekonomi di suatu negara. Agar neraca pembayaran internasional seimbang maka pemerintah sering melakukan kebijakan-kebijakan moneter. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah yang menyangkut tentang pengaturan jumlah uang yang beredar dan penawaran uang pada suatu negara. Terdapat dua jenis kebijakan moneter, yaitu kebijakan moneter ekspansif (easy moneter policy) dan kebijakan moneter konstraktif (tight moneter policy). Dalam penerapan kebijakan moneter, pemerintah memakai beberapa instrumen antara lain politik diskonto, politik cash ratio, politik kredit selektif, politik pasar terbuka, politik saneering, revaluasi, dan devaluasi. Tujuan utama kebijakan moneter adalah menjaga kestabilan ekonomi suatu negara. Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia bersama pemerintah membuat keputusan dengan menggunakan instrumen kebijakan moneter dalam mengatasi masalah perekonomian yang ada di Indonesia. Semua itu diupayakan agar tercapainya stabilisasi ekonomi, antara lain kesempatan kerja, kestabilan harga, dan neraca pembayaran Internasional.

Senin, 01 Desember 2014

Bicara Dengan Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda. Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya. Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda. Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda. ************************************************** Hari Ini. Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan kritikan. Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena tak sedetik pun dapat ditarik kembali. Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang terbuang percuma. Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan tentang apa yang akan terjadi esok. Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi. Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri sendiri. Hari ini akan kuisi dengan karya. Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan: "Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah." Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya aku tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku. Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu" Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apapun. Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya. Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku. Akan kulakukan yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok. Karena hari esok belum tentu ada.

Jumat, 31 Oktober 2014

Lika-Liku Pengembara di Jalan Dakwah.blm rilis

Aku adalah seorang kuli ilmu yang sedang berkarya di daerah rantau di kota orang,tanpa saudara maupun kerabat yang menemani dalam setiap siang dan malam nya dalam membangun banker yang berisi ilmu dan amal,keberangkatn saya dengan niat hanya ingin berorganisasi,ini adalah wujud maindset saya selama 3 tahun berorganisasi di SMA di bidang kerohanian,namun tidak mudah seiring perjalanan di ranah yang berbeda maindset yang awalnya hanya ingin berorganisasi saja menjadi berubah di karenakan aktivis sejati harus berbanding lurus dengan akademisi nya perlahan pun saya mulai merubah maindset,banyak juga faktor yang menyebabkan berubahnya maindset. menjadi seorang pejuang dakwah bukan hal yang mudah dan gampang pastinya,ini karena lika-liku menjadi pejuang dakwah tidak semudah membalikan telapak tangan butuh perjuangan seperti memindahkan gunung semeru ke luar kota,banyak suka dan duka yang menghampiri bahkan hati ini bertolak belakang dengan ketentuan-ketentuan yang berbeda dengan isi hati kita

Kamis, 21 Agustus 2014

abu qudamah dan pejihad kecil

dakwatuna.com - Saat melawan Romawi, Abu Qudamah adalah panglima perang dan penyeru berjihad di jalan Allah. Lantas datanglah seorang Ibu memberikan kertas dan bungkusan, kemudian Abu Qudamah membuka pemberian tersebut dan terdapat pesan bahwa dengan sedihnya wanita tersebut memiliki keterbatasan untuk ikut berjihad, Ia hanya mampu menitipkan bungkusan yang berisi jalinan rambut untuk diikatkan pada kuda Abu Qudamah. Wanita tersebut berharap mudah-mudahan Allah menuliskan untuknya sebagian dari pahala orang-orang yang berjihad. Lantas datanglah seorang anak kecil yang dengan beraninya mendatangi Abu Qudamah dan mengutarakan maksudnya ingin berangkat perang. Abu Qudamah melarangnya, namun si anak kecil itu sontak berkata, “Bukankah Engkau mengetahui bahwa Allah SWT berfirman “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan maupun berat..” (QS. At-taubah: 41) Sontak Abu Qudamah tercengang dan akhirnya ia dengan perasaan heran bercampur kasihan mengizinkan anak kecil itu untuk berperang. Anak tersebut berkata, “Berikanlah aku 3 anak panah”. Abu Qudamah tidak langsung memberikan anak panah akan tetapi memberikan syarat, “Jika nanti kamu syahid di jalan Allah, maka berikanlah syafaat kepadaku”. Si anak langsung menjawab, “baik, insya Allah”. Pertarungan pun berjalan, anak tersebut begitu bersemangat dan berani bertempur menghadapi musuh. Kemudian ia jatuh tersungkur. Abu Qudamah pun mendekat seraya berkata, “Apakah kamu ingin makan atau minum?”. “Tidak, sungguh saya memuji Allah atas apa yang terjadi pada diriku. Akan tetapi aku memiliki satu keinginan.” Abu Qudamah berkata, “Iya, dengan senang hati wahai anakku, mintalah kepadaku apa yang engkau inginkan”. “Sampaikan salamku kepada ibuku dan serahkanlah barang-barangku kepadanya”. “Siapakah Ibumu wahai anak muda?” “Ibuku adalah wanita yang memberikan kertas bungkusan kepadamu”, sahut anak tersebut. Lantas anak tersebut syahid. Abu Qudamah menguburkan anak itu. Tapi tiba-tiba bumi memuntahkannya. Ia kuburkan lagi, maka bumi memuntahkannya lagi. Kemudian ia perdalam kuburannya, namun tetap bumi memuntahkannya lagi. Akhirnya anak tadi ditinggalkan, kemudian didatangi oleh seekor burung, dan dimakanlah anak kecil tadi oleh burung. Kemudian Abu Qudamah pergi ke tempat ibunya untuk melaksanakan wasiatnya. Ketika Ibunya melihat Abu Qudamah, dia berkata “Apa yang mendorongmu datang ke sini wahai Abu Qudamah, apakah engkau datang untuk berbela sungkawa ataukah mengucapkan selamat?” Abu Qudamah bertanya kepadanya, “Apa maksudnya?”. Ibunya menjawab, ‘Jika anakku meninggal dunia, berarti engkau datang kepadaku untuk berbela sungkawa. Jika anakku gugur di jalan Allah dan meraih syahid, berarti engkau datang untuk mengucapkan selamat”. Lantas Abu Qudamah menceritakan kisah si anak kepadanya dan diceritakan pula tentang burung dan apa yang dilakukan burung tersebut terhadap anaknya. Ibunya berujar “Sungguh Allah telah mengabulkan do’anya”. Abu Qudamah dengan kaget bertanya, “Apa doanya wahai Ibu?” Ibu menjawab, “Sesungguhnya dia berdoa kepada Allah di dalam shalat-shalatnya dan kesendiriannya dan membaca doa berikut di pagi dan petang, “Ya Allah kumpulkanlah Aku di dalam tenggorok burung”. Kemudian Abu Qudamah meninggalkan wanita tersebut dan ia mengetahui mengapa Allah menetapkan pertolongan kepada pasukan perang yang dipimpinnya dan mengalahkan musuh-musuhnya. Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/12/55680/abu-qudamah-dan-anak-kecil-yang-ikut-berperang/#ixzz3B4aR9pGn Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Selasa, 25 Maret 2014

PERUSAHAAN BERBADAN HUKUM

PERUSAHAAN BERBADAN HUKUM DAN PERUSAHAAN YANG TIDAK BERBADAN HUKUM Badan hukum adalah suatu relaitas (bukan fiksi) dan berupa suatu kontruksi hukum. Dikatakan bahwa badan hukum adalah subyek hukum, sama dengan manusia (natuurlijke persoon; natural person), dengan perbedaan bahwa badan hukum mempunyai hak dan kewajiban yang diberikan oleh undang-undang untuk mengabdi pada kehidupan hukum manusia. Manusia sendiri mempunyai hak dan kewajiban berdasarkan asas-asas kesusilaan dan kemasyarakatan, dan karena itu dikenal adanya hak asasi manusia. Dalam kenyataan kita tahu bahwa misalnya badan hukum PT berbuat atau bertindak melalui manusia (yang dikenal dalam UU Perseroan Terbatas No. 1/1995 sebagai Direksi). Dalam Pasal 82 dikatakan bahwa “Direksi bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili ... baik di dalam maupun di luar pengadilan”. Dengan demikian antara Direksi dan korporasi ada hubungan istimewa yang dinamakan “fiduciary relationship” (hubungan kepercayaan), yang melahirkan “fiduciary duties” bagi setiap anggota Direksi. PERUSAHAAN BERBADAN HUKUM perusahaan berbadan hukum adalah sebuah subjek hukum yang mempunyai kepentingan sendiri terpisah dari kepentingan pribadi anggotanya, mempunyai harta sendiri yang terpisah dari harta anggotanya, punya tujuan yang terpisah dari tujuan pribadi para anggotanya dan tanggung jawab pemegang saham terbatas kepada nilai saham yang diambilnya. Kekayaan yang dicatat dalam pembukuan itu hanya kekayaan perusahaan ( perseroan terbatas) saja tidak termasuk kekayaan pribadi para pemegang saham, pengurus dan komisaris, karena PT adalah badan hukum yang merupakan subjek hukum tersendiri di luar pemegang sahamnya, yang memuliki hak dan kewajiban sendiri. Perusahaan perseorangan Perusahaan swasta yang didirikan dan dimiliki oleh pengusaha perorangan yang bukan berbadan hukum, dapat berbentu perusahaan dagang, perusahaan jasa, dan perusahaan industri. Ssecara resmi, tidak ada perusahaan perseorangan, tetapi dalam praktik di masyarakat perdagangan telah ada suatu bentuk perusahaan perorangan yang diterima oleh msyarakat, yaitu perusahaan dagang. Smentara itu, untuk mendirikan perusahaan dagang dagang secara resmi belum ada, tetapi dalam praktenya orang yang akan mendirkan perusahaan dagang dapat mengajukan permohonan dengan izin usaha (SIU) kepada kantor wilayah perdagangan dan mengajukan suart izin tempat usaha (SITU) kepada pemerintah daerah setempat. Dengan izin-izin tersebut, orang dapat melakukan usaha perdagangan yang dikehendaki, sehingga kedua surat izin tersebut merupakan tanda bukti sah menurt hukum bagi pengusaha dagang yang akan melakukan usahanya PERUSAHAAN YNG TIDAK BERBADAN HUKUM harta pribadi para sekutu juga akan terpakai untuk memenuhi kewajiban perusahaan tersebut. (perusahaan pereorangan, persekutuan perdata dan persekutuan komanditer, persekutuan firma). Jadi pencatatan harta kekayaan pribadi harus dilakukan, disamping pencatatan harta kekayaan perusahaan. Perusahaan sswata yang didirikandan dimiliki oleh beberapa orang pengusaha secara bekerja sama dalam bentuk persekutuan perdata. a. Persekutuan Perdata Suatu perjanjian antara dua orang atau lebih untuk berusaha bersama-sama mencari keuntungan yang akan dicapai dengan jalan kedua orang (pihak) menyetorkan kekayaan untuk usaha bersama. Tiap-tiap sekutu dari persekutuan perdata diwajibkan memasukkan ke dalam kas persekutuan perdata yang mereka dirikan secara bersama-sama (seroan), antara lain: uang, barang atau benda-benda lain yang layak bagi pemasukan, misalnya rumah, gedung, kendaraan bermotor, alat prlengkapan kantor dll, dan tenaga kerja, baik tenaga fisik atau pikiran. Dapat dibuat secara lisan atau tertulis, tanggung jawab sekutu sampai ke harta pribadi masing-masing, tanggung jawab adalah pro-rata (tergantung perjanjian. b. Persekutuan Firma Diatur dalam pasal 15 sampai 35 KUH Dagang. Persekutuan firma adalah persekutuan perdata untuk menjalankan perusahaan dengan memakai nama bersama (pasal 16 KUHD), tanggung jawab sekutu sampai ke harta pribadi masing-masing, tanggung jawab adalah tanggung rentang (masing-masing untuk keseluruhan) artinya bertanggung jawab untuk seluruhnya atas segala perikatan sekutuan firma , didirikan dengan akta otentik dan diikuti dengan pendaftarran ke pengadilan negeri setempat. Firma bukan perusahaan berbadan hukum, sehingga pihak ketiga tidak berhubungan dengan persekutuan firma sabagai satu kesatuan, melainkan dengan setiap anggota-anggota secara sendiri-sendiri. Firma punya harta kekayaan, merupakan harta yang telah dikumpulkan dari setiap anggota persekutuan firma, sehingga pertanggungjawaban sekutu firma tidak terbatas pada harta yang dimasukkan, melainkan juga bertanggung jawab secara pribadi atas harta kekayaan milik pribadi terhadp persekutuan firma. Pertanggungjawaban itu merupakan pertanggungjawaban renteng akibat perbuatannya sendiri ataupun perbuatan sekutu lain. Jadi, pertanggungjawaban tersebut dalam praktik tidak langsung dibebankan kepada sekutu, melinkan kepada kas firma terlebih dahulu, jika kas tersebut tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kewajiban firma maka harta pribadi sekutu akan diambil untuk memenuhi kewajiban tersebut. c. Pesekutuan Komanditer CV) Persekutuan firma yang mempunyai sekutu komanditer (pasal 19 KUHD). Dengan demikian dalm CV terdapat sekutu komlementer dan sekutu komanditer. 1. Sekutu Komplementer Sekutu yang menyerahkan pemasukkan, selain itu juga ikut mengurusi persekutuan kimanditer. Diserahi tugas untuk mrngadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga 2. Sekutu komanditer Sekutu yang hanya menyerahkan pemasukkan pada persekutuan komanditer dan tidak ikut serta mengurusi persekutuan komanditer. Bertanggung jawab pribadi secara keseluruhan jika ditugaskan melakukanpengurusan CV. Peemodalan persekutuan komanditer (CV) berasal dari pemasukkan yang dimasukkan sekutu komplementer dan sekutu komanditer, baik berupa uang, barang, atau tenaga kerja saja, sedangkan harta kekayaan persekutuan komanditer (CV) terdiri ats pemasukan yang dimasukkan sekutu komlementer dan sekutu komanditer ditambah dengan harta kekayan pribadi sekutu komplementer.dengan demikian sekutu komanditer tidak bertanggungjawab secara pribadi terhadap persekutuan komanditer (CV). DAFTAR PUSTAKA: · http://books.google.co.id/books?id=pQP2rauL0HMC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false · http://dwinandanatalistyo.blogspot.com/2008/09/perbedaan-badan-usaha-yang-berbadan.html · http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091110205959AAs8UVw · http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_usaha